Latihan rutin kedua guguslatih ekonomi di lapangan FIS dan pelataran c3, materi pertolongan pertama oleh Sofyan Hardiyanto (anggota KSR Unnes) pada hari minggu tanggal 29 maret 2015 pukul 06.30
Apa itu PP? yups..Pemberian pertolongan segera
kepada yang sakit menggunakan medis dasar dokter yang bisa kita pelajari.
Tujuannya yaitu menyelamatkan korban, mencegat cacat, dan memberikan rasa aman
untuk si korban.
Prinsip kita sebagai
pelaku PP salah satunya yaitu mengutamakan keselamatan diri sendiri,
keselamatan lingkungan, baru kemudian keselamatan korban.
Perlengkapan yang
sekiranya dibutuhkan yaitu kacamata pelindung, baju pelindung, masker, sarung
tangan.
Gangguan umum yang
biasanya terjadi yang bisa kita beri pertolongan pertama yaitu trauma dan
medis. Trauma terdiri dari patang tulang, luka bakar, dan pendarahan, sedangkan medis biasanya asma,
pingsan, epilepsy(ayan) mimisan, hipotermia, bisa ular. Berikut akan dijelaskan
mengenai gangguan-gangguan umum tersebut serta apa yang sebaiknya dilakukan
kita sebagai pelaku PP.
Pendarahan
Merupakan keluarnya darah dari pembuluh darah.
Pendarahan luar (tampak ada darah yang mengalir di
bagian luar tubuh), cara menangani: tekan (dari keluar ke arah dalam) langsung
di bagian luka untuk mencegah darah keluar lebih banyak, tinggikan dari posisi
jantung korban. Jika masih keluar bersihkan dengan air dan kain steril, lalu
balut.
Pendarahan dalam (darah keluar dari pembuluh darah
yang ada di dalam tubuh, tanda-tandanya: memar). Cara menangani: balut pada
bagian tubuh yang memar agar pembuluh darah yang pecah tidak menyebar ke bagian
tubuh lain.
Patah
Tulang
Terputusnya sebagian/seluruh jaringan tulang dalam
tubuh. Gejala: ada perubahan bentuk tulang, nyeri, kaku, pembengkakan, memar,
dipegang sangat sakit.
Patah tulang terbuka, tulang bisa sampai keluar
sehingga menyebabkan kulit menadi sobek, kelihatan oleh mata. Patah tulang
tertutup, tidak ada tulang yang keluar, tidak ada sobekan pada kulit, biasanya
aka nada memar.
Luka
bakar
Cairan kimia dan Suhu >60° bisa membakar kulit.
Cara menangani luka bakar yaitu cukup dibersihkan dengan air, jangan diberi
pasta gigi/kecap, karena bisa infeksi.
Asma
Gejala: kekurangan oksigen, tidak bisa mengontrol
nafas. Penyebabnya: alergi, terlalu bahagia, emosi meningkat. Penanganan:
1. Tenangkan penderita
2.
Bantu
untuk duduk, kalo tidak, setengah duduk
3.
Bantu
korban untuk meminum obatnya (biasanya penderita asma selalu membawa obat)
4.
Bantu
korban bernafas normal kembali.
5.
Jika
5-10 menit tidak ada perubahan, langsung bawa ke rumah sakit terdekat.
6. Hindarkan dari penyebab alergi. Jangan diberi
bau-bauan, usahakan korban mendapat udara segar.
Pingsan
Penurunan kesadaran yang bersifat sementara (dalam
beberapa menit) karena supply darah ke otak berkurang
Penanganan: baringkan penderita, tinggikan tungkai
kai, longgarkan segala sesuatau yang mengikat korban. Usahakan korban dapat
udara segar. Jangan diberi makan/minum jika korban belum benar-benar sadar .
Epilepsi
(Ayan)
Lepasnya muatan listrik sebagai pusat saraf yang
pada sel-sel otak.
Penanganan: hindarkan dari benda-benda berbahaya
& tumpul
Diamkan hingga kejang berhenti
Jangan mencoba melawan kejang korban atau memasukkan
apapun ke mulut korban pengecualian untuk bantalan (handuk/kain) gigi korban,
karena biasanya orang epilepsy sangat kuat untuk menggigit sesuatu
Jika kejang telah berhenti, lakukan pemulihan dengan
cara korban dimiringkan ke arah penolong
Usahakan korban mendapar udara segar
Temani korban sampai sadar, karena bisa saja
epilepsi terjai lagi
Mimisan
Penyebab: udara, dingin, trauma ringan
Penanganan: dudukkan korban dengan posisi badan
& kepala agak condong ke depan
Hidung jangan ditengadahkan
Gunakan jari telunjuk dan jempol untuk menekan
hidung (bagian bawah tulang hidung) selama 2 menit
Jika masih mimisan, lakukan langkah di atas kembali
Biarkan darah kotor keluar dengan sendirinya, jangan
dihentakkan (dikeluarkan secara paksa)
Hipotermia
Gejala: korban akan menggigil, kram otot, alat gerak
kaku, pandangan kabur, pernapasan cepat kemudian lambat, nadi lembat,
biasanya mudah tersinggung.
Penanganan: hindarkan korban dari lingkungan dingin,
jaga jalan napas korban, ganti pakaian basah, selimuti, upayakan tetap kering.
Jika benar-benar sudah sadar, boleh dikasih minuman. Pantau tanda vital korban
(nadi, nafas, suhu) posisikan korban dalam posisi miring
Bisa
Ular
Gejala: lemas, denyut nadi lemah, kesadaran turun,
dapat terjadi kematian dalam beberapa menit.
Penanganan: cari bekas gigitan ular (2 titik), buat
sayatan dengan pisau tajam menyilang di antara 2 titik tsb. Untuk mengeluarkan
darah & racun: dari arah dalam ke luar
Cara menangani tersedak yang benar:
Jangan dikasih minum
Berusaha untuk mengeluarkan benda yang masuk ke
kerongkongan.



