Senin, 01 Juni 2015

Latihan Rutin ke dua 2015

Latihan rutin kedua guguslatih ekonomi di lapangan FIS dan pelataran c3, materi pertolongan pertama oleh Sofyan Hardiyanto (anggota KSR Unnes) pada hari minggu tanggal 29 maret 2015 pukul 06.30

Apa itu PP? yups..Pemberian pertolongan segera kepada yang sakit menggunakan medis dasar dokter yang bisa kita pelajari. Tujuannya yaitu menyelamatkan korban, mencegat cacat, dan memberikan rasa aman untuk si korban.
Prinsip kita sebagai pelaku PP salah satunya yaitu mengutamakan keselamatan diri sendiri, keselamatan lingkungan, baru kemudian keselamatan korban.
Perlengkapan yang sekiranya dibutuhkan yaitu kacamata pelindung, baju pelindung, masker, sarung tangan.
Gangguan umum yang biasanya terjadi yang bisa kita beri pertolongan pertama yaitu trauma dan medis. Trauma terdiri dari patang tulang, luka bakar,  dan pendarahan, sedangkan medis biasanya asma, pingsan, epilepsy(ayan) mimisan, hipotermia, bisa ular. Berikut akan dijelaskan mengenai gangguan-gangguan umum tersebut serta apa yang sebaiknya dilakukan kita sebagai pelaku PP.
Pendarahan
Merupakan keluarnya darah dari pembuluh darah.
Pendarahan luar (tampak ada darah yang mengalir di bagian luar tubuh), cara menangani: tekan (dari keluar ke arah dalam) langsung di bagian luka untuk mencegah darah keluar lebih banyak, tinggikan dari posisi jantung korban. Jika masih keluar bersihkan dengan air dan kain steril, lalu balut.
Pendarahan dalam (darah keluar dari pembuluh darah yang ada di dalam tubuh, tanda-tandanya: memar). Cara menangani: balut pada bagian tubuh yang memar agar pembuluh darah yang pecah tidak menyebar ke bagian tubuh lain.
Patah Tulang
Terputusnya sebagian/seluruh jaringan tulang dalam tubuh. Gejala: ada perubahan bentuk tulang, nyeri, kaku, pembengkakan, memar, dipegang sangat sakit.
Patah tulang terbuka, tulang bisa sampai keluar sehingga menyebabkan kulit menadi sobek, kelihatan oleh mata. Patah tulang tertutup, tidak ada tulang yang keluar, tidak ada sobekan pada kulit, biasanya aka nada memar.
Luka bakar
Cairan kimia dan Suhu >60° bisa membakar kulit. Cara menangani luka bakar yaitu cukup dibersihkan dengan air, jangan diberi pasta gigi/kecap, karena bisa infeksi.
Asma
Gejala: kekurangan oksigen, tidak bisa mengontrol nafas. Penyebabnya: alergi, terlalu bahagia, emosi meningkat. Penanganan:
1.    Tenangkan penderita
2.    Bantu untuk duduk, kalo tidak, setengah duduk
3.    Bantu korban untuk meminum obatnya (biasanya penderita asma selalu membawa obat)
4.    Bantu korban bernafas normal kembali.
5.    Jika 5-10 menit tidak ada perubahan, langsung bawa ke rumah sakit terdekat.
6.    Hindarkan dari penyebab alergi. Jangan diberi bau-bauan, usahakan korban mendapat udara segar.
Pingsan
Penurunan kesadaran yang bersifat sementara (dalam beberapa menit) karena supply darah ke otak berkurang
Penanganan: baringkan penderita, tinggikan tungkai kai, longgarkan segala sesuatau yang mengikat korban. Usahakan korban dapat udara segar. Jangan diberi makan/minum jika korban belum benar-benar sadar .
Epilepsi (Ayan)
Lepasnya muatan listrik sebagai pusat saraf yang pada sel-sel otak.
Penanganan: hindarkan dari benda-benda berbahaya & tumpul
Diamkan hingga kejang berhenti
Jangan mencoba melawan kejang korban atau memasukkan apapun ke mulut korban pengecualian untuk bantalan (handuk/kain) gigi korban, karena biasanya orang epilepsy sangat kuat untuk menggigit sesuatu
Jika kejang telah berhenti, lakukan pemulihan dengan cara korban dimiringkan ke arah penolong
Usahakan korban mendapar udara segar
Temani korban sampai sadar, karena bisa saja epilepsi terjai lagi
Mimisan
Penyebab: udara, dingin, trauma ringan
Penanganan: dudukkan korban dengan posisi badan & kepala agak condong ke depan
Hidung jangan ditengadahkan
Gunakan jari telunjuk dan jempol untuk menekan hidung (bagian bawah tulang hidung) selama 2 menit
Jika masih mimisan, lakukan langkah di atas kembali
Biarkan darah kotor keluar dengan sendirinya, jangan dihentakkan (dikeluarkan secara paksa)
Hipotermia
Gejala: korban akan menggigil, kram otot, alat gerak kaku, pandangan kabur, pernapasan cepat kemudian lambat, nadi lembat, biasanya  mudah tersinggung.
Penanganan: hindarkan korban dari lingkungan dingin, jaga jalan napas korban, ganti pakaian basah, selimuti, upayakan tetap kering. Jika benar-benar sudah sadar, boleh dikasih minuman. Pantau tanda vital korban (nadi, nafas, suhu) posisikan korban dalam posisi miring
Bisa Ular
Gejala: lemas, denyut nadi lemah, kesadaran turun, dapat terjadi kematian dalam beberapa menit.
Penanganan: cari bekas gigitan ular (2 titik), buat sayatan dengan pisau tajam menyilang di antara 2 titik tsb. Untuk mengeluarkan darah & racun: dari arah dalam ke luar

Cara menangani tersedak yang benar:
Jangan dikasih minum

Berusaha untuk mengeluarkan benda yang masuk ke kerongkongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar