Rabu, 30 Maret 2016

Pesan dan Kesan Kak Umam: Terkadang Saya Merasa Sedih

PESAN & KESAN KOORDINATOR PUTRA GUGUSLATIH EKONOMI 2016 (KAK CHOTIBUL UMAM) DAN HARAPAN-HARAPANNYA DI USIA GUSLAT YANG KE-9 :“TERKADANG SAYA MERASA SEDIH”

             Semarang –Sebagai awalan, Saya mencuplik dari apa yang telah dikatakan Kak Khasan Setiaji dalam acara HUT Guguslatih Ekonomi yang Ke sembilan kemarin (Sabtu, 2/2/16) bahwa anggota guslat harus merasa nyaman dan bahagia jika ada di guslat, jika tidak merasa bahagia maka sebenarnya bukan passion rekan-rekan ada di guslat. Kita disini adalah bagaikan keluarga, harus saling mengayomi dan menjaga, walaupun jumlah laki-lakinya sedikit diusahakan mampu mengayomi yang perempuan, ya walaupun pada kenyataanya mungkin yang perempuan angkatan diatasnya justru yang akan mengayomi angkatan putra dibawahnya.  Guguslatih Ekonomi yang kini telah berusia 9 Tahun itu ibarat seorang anak, anak yang berusia 9 tahun bukanlah yang belajar berdiri dan berjalan lagi, tetapi anak yang harus muali belajar berlari, memahami, menghargai dan bekerjasama. Bukan prestasi Internasinal dan sejenisnya yang menjadi esensi kita disini, tetapi pramuka adalah wadah pendidikan karakter, jangan sampai kita anggota GL7 malah emiliki karakter yang kurang baik di mata masyarakat, begitu kan yang dikatakan Pak Khasan?
Hidup ini pastilah ada lika-likunya, tidak selalu lurus seperti yang diharapkan, lagipula hidup yang selalu lempeng itu kan bagaikan berjalan di jalan pantura tanpa teman, sendirian dan senyap sepi, tanpa rasa. Kalaupun ada kakak-kakak yang kadang “mem-Bully” pada dasarnya itu adalah untuk mengakrabkan juga, bukan untuk benar-benar menghina dan atau meremehkan, jadi jangan jadikan itu sebagai awal permasalahan dan permusuhan. Ya walaupun cekcok atau beda pendapat dalam kepanitiaan atau organisasi itu hal yang wajar, selama tidak berlebihan.
Dalam kesempatan ini juga Saya berharap di usianya yang ke-9, Guslat Ekonomi dapat menjadi lebih dewasa dan selalu surplus. Jika dulu para senior berusaha untuk menghidupkan guslat, dan sekarang guslaat yang sudah hidup ini kita ibaratkan sebuah pohon, tinggal mau kita buat pohon jenis apakah ini? Mau dibuat pohon liar, pohon hias, atau pohon hias yang berbuah dan bermanfaat?. Tinggal mau dibawa kemana organisasi kita ini, rumah kita – Guslat Ekonomi – ini. Harus kita ingat juga, anggota pramuka itu sukarela bukan suka-suka apalagi sesuka hati. Dan yang terakhir dari Saya, bahwa disaat rekan-rekan anggota GL7 mulai bosan ke Guslat, saat itulah terkadang saya merasa sedih.

-Mas CU-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar