PESAN & KESAN KOORDINATOR PUTRA GUGUSLATIH EKONOMI 2016 (KAK
CHOTIBUL UMAM) DAN HARAPAN-HARAPANNYA DI USIA GUSLAT YANG KE-9 :“TERKADANG
SAYA MERASA SEDIH”
Semarang
–Sebagai awalan, Saya mencuplik dari apa yang telah dikatakan Kak Khasan
Setiaji dalam acara HUT Guguslatih Ekonomi yang Ke sembilan kemarin (Sabtu,
2/2/16) bahwa anggota guslat harus merasa nyaman dan bahagia jika ada di
guslat, jika tidak merasa bahagia maka sebenarnya bukan passion rekan-rekan ada di guslat. Kita disini adalah bagaikan
keluarga, harus saling mengayomi dan menjaga, walaupun jumlah laki-lakinya
sedikit diusahakan mampu mengayomi yang perempuan, ya walaupun pada kenyataanya
mungkin yang perempuan angkatan diatasnya justru yang akan mengayomi angkatan
putra dibawahnya. Guguslatih Ekonomi
yang kini telah berusia 9 Tahun itu ibarat seorang anak, anak yang berusia 9
tahun bukanlah yang belajar berdiri dan berjalan lagi, tetapi anak yang harus
muali belajar berlari, memahami, menghargai dan bekerjasama. Bukan prestasi
Internasinal dan sejenisnya yang menjadi esensi kita disini, tetapi pramuka
adalah wadah pendidikan karakter, jangan sampai kita anggota GL7 malah emiliki
karakter yang kurang baik di mata masyarakat, begitu kan yang dikatakan Pak
Khasan?
Hidup ini pastilah ada lika-likunya, tidak selalu lurus
seperti yang diharapkan, lagipula hidup yang selalu lempeng itu kan bagaikan
berjalan di jalan pantura tanpa teman, sendirian dan senyap sepi, tanpa rasa.
Kalaupun ada kakak-kakak yang kadang “mem-Bully”
pada dasarnya itu adalah untuk mengakrabkan juga, bukan untuk benar-benar
menghina dan atau meremehkan, jadi jangan jadikan itu sebagai awal permasalahan
dan permusuhan. Ya walaupun cekcok atau beda pendapat dalam kepanitiaan atau
organisasi itu hal yang wajar, selama tidak berlebihan.
Dalam kesempatan ini juga Saya berharap di usianya
yang ke-9, Guslat Ekonomi dapat menjadi lebih dewasa dan selalu surplus. Jika dulu
para senior berusaha untuk menghidupkan guslat, dan sekarang guslaat yang sudah
hidup ini kita ibaratkan sebuah pohon, tinggal mau kita buat pohon jenis apakah
ini? Mau dibuat pohon liar, pohon hias, atau pohon hias yang berbuah dan
bermanfaat?. Tinggal mau dibawa kemana organisasi kita ini, rumah kita – Guslat
Ekonomi – ini. Harus kita ingat juga, anggota pramuka itu sukarela bukan
suka-suka apalagi sesuka hati. Dan yang terakhir dari Saya, bahwa disaat rekan-rekan
anggota GL7 mulai bosan ke Guslat, saat itulah terkadang saya merasa sedih.
-Mas CU-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar