Hai teman-teman jumpa lagi dengan materi latihan rutin di gugus latih ekonomi kita pada tanggal 14 Mei 2016. Pertemuan latihan rutin kali ini di guguslatih ekonomi mendatangkan dari UKM KSR. Kira-kira apa ya materi yang akan dibawakan oleh kaka dari UKM KSR?. Nah, betul sekali. Materi yang akan dibawakan untuk pertemuan kali ini adalah mengenai pertolongan pertama. Apa itu Pertolongan Pertama?
Pertolongan Pertama atau yang sering disingkat PP adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Ini berarti pertolongan pertama harus diberikan secara cepat. Pertolongan pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban.
Apa sih tujuan utama pertolongan pertama?
Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk:
- Mempertahankan
penderita tetap hidup atau terhindar dari maut
- Membuat
keadaan penderita tetap stabil
Mengurangi
rasa nyeri, cemas
- Menghindarkan
kecacatan yang lebih parah
Nah, untuk melakukan itu semua tentunya ada peralatan yang dibutuhkan untuk membantu keberlangsungan saat menolong. Diantaranya ada:
-
Penutup
luka : Kasa seteril
-
Pembalut : Mitella
-
Cairan
Antiseptik : Alkohol
-
Peralatan
stabilitas : bidai
-
Gunting
-
Senter
Apabila diperjalanan tidak ada alat tersebut dan hendak melakukan penanganan berarti alat yang digunakan bisa improvisasi.
Nah, ada beberapa contoh kasus yang membutuhkan pertolongan pertama.
ASMA
Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala :
-
Sukar
bicara tanpa berhrnti, untuk menarik nafas.
-
Otot
bantu nafas terlihat menonjol
-
Irama
nafas tidak teratur
-
Terjadinya
perubahan warna kulit , kesadaran menurun
Penanganan
:
1.
Tenangkan
korban
2.
Bawa
ketempat yang luas, sejuk
3.
Posisikan
setengah duduk
4.
Atur
nafas
5.
Beri
Oksigen
MIMISAN
Gejala : Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah. Kadang diseratai pusing.
Penanganan:
1.
Bawa
korban ke tempat sejuk/nyaman
2.
Tenangkan
korban
3.
Korban
diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
4.
Diminta
bernafas dengan mulut
5.
Bersihkan
hidung luar dari darah
6.
Buka
setiap 5/10 menit
Jika masih
keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
PINGSAN
Gejala/Tanda :
Umumnya orang pingsan mengalami :
-
Pusing
-
Mual, perasaan limbung
-
Pandangan
berkunang-kunang dan telinga berdenging
Cemas
Cemas
-
Keringat dingin
-
Tidak ada respon untuk
beberapa menit
-
Denyut nadi melambat
Penanganan :
1. Baringkan penderita (tanpa bantal) dengan
tungkai di tinggikan
2. Beri ruang udara cukup agar penderita dapat
menghirup udara segar
Periksa adanya kemungkinan cidera lain
Periksa adanya kemungkinan cidera lain
3. Bila penderita telah pulih, usahakan penderita
beristirahat beberapa menit
4. Bila tidak cepat pulih, segera bawa penderita
ke puskesmas/rumas sakit terdekat.
Catatan :
Jangan diberi minuman sebelum siuman, berilah minum ketika sudah sadar. Yaitu minuman hangat (panas) : teh atau kopi.
Jangan diberi minuman sebelum siuman, berilah minum ketika sudah sadar. Yaitu minuman hangat (panas) : teh atau kopi.
DIARE
Diare adalah keadaan
buang air besar yang encer/cair lebih dari 3 kali sehari. Biasanya diare paling
sering menyerang anak-anak, terutama dibawah usia 6 bulan sampai 2 tahun. Diare
sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kehilangan cairan tubuh
(dehidrasi), sehingga sering menyebabkan kekurangan gizi bahkan kematian.
Gejala/Tanda :
-
Mata terlihat cekung
-
Mulut dan lidah terasa
kering
-
Sering merasa haus
-
Kencing sedikit bahkan
tidak kencing
-
Bila kulit dicubit
tidak segera kembali alam keadaan semula
-
Denyut nadi sangat
cepat
Tindakan Pertolongan
Pertama :
1. Berilah cairan (oralit, sup, tajin, air putih
matang, ASI) lebih banyak dari biasanya
2. Apabila usia kurang dari 6 bulan dan hanya
dapat ASI berikan larutan oralit atau air putih sebagai tambahan ASI.
3. Apabila usia 6 bulan atau lebih dan sudah
mendapatkan makanan padat, berikan juga : bubur atau makanan dari tepung yang
dicampur dengan kacang-kacangan, sayuran, daging atau ikan, dan lain-lain, sari
buah segar atau pisang yang dihaluskan.
4. Makanan diberikan sedikit demi sedikit tetapi
sering (paling kurang 6 kali sehari)
5. Beri makanan ekstra setiap hari selama dua
minggu setelah diare berhenti
6. Apabila dalam tiga hari tidak kunjung membaik,
bawa segera ke puskesmas/rumah sakit.
KEJANG PADA ANAK
Serangan kejang lebih sering diderita pada anak berusia 1 – 5 tahun.Biasanya didahului dengan demam tinggi dan berlangsung beberapa menit.Meski begitu, serangan kejang pada anak tidak bisa di anggap remeh, karena mungkin merupakan tanda penyakit yang lebih serius apabila ada kaku leher.
Cara Memeriksa kemungkinan
kaku leher akibat kejang :
-
Angkat kepala anak
-
Apabila ada kaku
leher, maka badan anak akan ikut terangkat, hal ini berarti menandakan adanya
penyakit di selaput otak.
-
Apabila menemukan
kasus ini, segera bawa penderita ke puskesmas/rumah sakit
Tindakan Pertolongan
Pertama :
1. Lindungi lidah penderita dengan meletakkan
kayu/sendok yang dibungkus sapu tangan di mulutnya.
2. Kompres kepala dan badannya dengan air
suam-suam kuku untuk membantu menurunkan panasnya.
3. Buka semua pakaiannya
4. Letakkan kepala agak miring untuk menjaga agar
jalan nafas tidak kemasukan lendir atau muntahan
5. Berikan Stesolid Rectal (Diazepam) melalui
dubur (dengan resep dokter)
6. Bila BB 10 kg : 10 mg
7. Ulangi setiap 15 menit bila kejang belum
berhenti.
KESELAK/TERSEDAK
Keselak/kesedak terjadi disebabkan adanya benda asing (makanan, mainan, darah dan lain sebagainya) di tenggorokan. Akibatnya jalan pernafasan dapat tersumbat dengan gejala :
-
Tidak dapat bicara
-
Sulit bernafas
-
Penderita terkesan
mencekik leher sendiri
-
Bunyi nafas mengorok
Tindakan Pertolongan
Pertama :
1.
Bila Penderita Dewasa
dan Masih Sadar :
·
Penolong berdiri
dibelakang penderita
·
Lingkarkan tangan pada
penggang penderita, kedua tangan penolong saling menggenggam di atsa perut penderita tepat pada
pertengahan antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan.
·
Hentakkan tangan
penolong ke arah belakang dan atas (45°) posisi kedua siku penolong ke arah
luar, lakukan hentakan sambil minta penderita bantu memuntahkannya.
·
Gerakan
2.
Bila Penderita Dewasa
dan Tidak Sadar :
·
Baringkan penderita
dalam posisi terlentang
·
Penolong berlutut
diantara dua paha
·
Tempatkan kedua tumit
tangan saling bertumpu pada garis tengah antara pusat dan pertemuan rusuk kiri
dan kanan, dengan mengarah ke dada.
·
Lakukan lima kali
hentakan perut ke arah atas.
·
Periksa mulut
penderita dan lakukan sapuan jari.Bila perlu dapat dilakukan penarikan rahang bawah.
Catatan : Tindakan ini
dapat dilakukan pada anak kecil dan bayi, jika benda dalam keadaan terlihat.
Bila belum barhasil ulangi langkah-langkah di atas sampai jalan nafas terbuka.
Bila belum barhasil ulangi langkah-langkah di atas sampai jalan nafas terbuka.
Bila Penderita Dewasa
dan Tidak Sadar :
Cara I
Cara I
§ Letakkan badan bayi di atas lengan penolong
§ Wajah mengarah ke bawah, kepala lebih rendah
dari tubuh
§ Topang bagian kepala dengan jari penolong pada
daerah rahang dan tulang pipi (hati-hati, jangan sampai menciderai mata dan
hidung)
§ Lakukan lima kali pukulan punggung, gunakan
tumit tangan di antara kedua tulang belikat
§ Bila belum keluar, balikkan penderita, kepala
lebih rendah.
Cara II
§ Lakukan lima kali hentakan dada
§ Gunakan jari tengah dan jari manis pada
pertengahan garis tengah tulang dada tepat di bawah garis khayal penghubung
puting kiri dan kanan
§ Lakukan tindakan berulang-ulang hingga
sumbatan teratasi atau penderita tidak ada respon
KERACUNAN
a. Melalui Mulut/Pencernaan
Disebabkan oleh obat-obatan, makanan yang
mengandung racun, baygon, minyak tanah, alkohol, dan lain-lain.
·
Tindakan Pertolongan
Pertama :
Untuk menurunkan kadar racun, beri minum
penderita dengan susu atau air sebanyakbanyaknya atau beri anti racun seperti norit, putih telur.
·
Catatan :
Mengeluarkan racun dengan rangsanagn muntah hanya efektif dilakukan dalam 4 jam pertama.
Tindakan ini dilakukan pada kasus menelan asam/basa kuat, minyak, korban kejang atau bakat kejang, serta korban tidak ada respon.
Mengeluarkan racun dengan rangsanagn muntah hanya efektif dilakukan dalam 4 jam pertama.
Tindakan ini dilakukan pada kasus menelan asam/basa kuat, minyak, korban kejang atau bakat kejang, serta korban tidak ada respon.
b.
Akibat Gigitan
Binatang Berbisa
1.
Tenangkan korban
2.
Jangan gerakkan bagian
yang terkena gigitan
3.
Lepaskan semua
perhiasan, jam tangan yang melekat pada tubuh korban.
4.
Balut tekan di atas
dan di bawah dari gigitan untuk memperlambat aliran darah.
5.
Segera bawa ke rumah
sakit.
KEMASUKAN BENDA ASING
Benda asing dapa masuk ke mata, hidung, telinga dan kulit. Jangan berusaha mengeluarkan benda asing bila tidak yakin dapat melakukannya. Hal ini dapat merusak jaringan disekitarnya. Tindakan yang dianjurkan segera bawa penderita ke dokter.
·
Tindakan Pertolongan
Pertama :
a.
Benda Asing di Mata
1.
Buka mata
2.
Pisahkan kelopak mata
atas dan bawah dengan ibu jari dan jari telunjuk Periksa semua bagian dari mata
3.
Jika benda asing
terlihat, cuci guyur mata yang terkena dengan boorwater atau air bersih.
Tindakan lain juga dapat dilakukan dengan menghapus bagian mata yang kemasukan
benda asing dengan kapas yang dipilin/ujung kain bersih yang dibasahi air
bersih.
Catatan :
Jangan menyentuh sesuatu yang melekat/terbenam di dalam bola mata (bagian mata yang berwarna hitam). Segera tutup kedua mata yang sakit dengan pembalut, kemudian bawa ke rumah sakit.
Jangan menyentuh sesuatu yang melekat/terbenam di dalam bola mata (bagian mata yang berwarna hitam). Segera tutup kedua mata yang sakit dengan pembalut, kemudian bawa ke rumah sakit.
b.
Benda Asing di Hidung
1.
Tutup lubang hidung
yang tidak tersumbat
2.
Usahakan bersin untuk
hidung yang tersumbat
3.
Dapat juga dicoba dengan
kawat berujung tumpul yang dibengkokkan seperti kail
4.
Masukkan kawat lewat
samping benda
5.
Setelah melewatinya
tariklah benda tersebut perlahan-lahan
6.
Apabila gagal bawa ke
puskesmas/rumah sakit
7.
Untuk kasus pada anak
kecil sebaiknya langsung dibawa ke puskesmas/rumah sakit
c.
Benda Asing di Telinga
1.
Bila kemasukan
biji-bijian
2.
Miringkan kepala
penderita ke arah telinga yang kemasukan biji-bijian tersebut Tepuk kepala
disekitar tilinga satunya beberapa kali Bila tidak berhasil segera ke dokter
d.
Bila kemasukan serangga
Tetesi telinga dengan minyak kelapa/air bersih yang hangat Bila tidak berhasil bawa ke dokter
Tetesi telinga dengan minyak kelapa/air bersih yang hangat Bila tidak berhasil bawa ke dokter
Catatan :
Jangan berusaha mengeluarkan benda asing bila tidak yakin dapat melakukannya, yang memungkinkan cidera berat atau tertekan lebih ke dalam.
Jangan berusaha mengeluarkan benda asing bila tidak yakin dapat melakukannya, yang memungkinkan cidera berat atau tertekan lebih ke dalam.
LUKA BAKAR
Luka bakar sering terjadi karena : panas (suhu > 60°C), uap panas, bahan panas, bahan kimia (asam kuat, basa kuat, soda api), listrik (listrik rumah, kilat), radiasi (sinar matahari, bahan radioaktif)
·
Tindakan Pertolongan
Pertama :
1.
Alirkan air dingin
pada bagian yang terkena luka bakar
2.
Jika luka bakar akibat
bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih
3.
Lepaskan pakaian yang
melekat pada tubuh korban jika luka terjadi dianggota badan yang tertutup
4.
Tutup luka dengan penutup
luka steril sekali pakai.
5.
Jika luka bakar
mengenai mata pastikan kedua mata tertutup
6.
Jika jari-jari yang
terbakar, maka balutlah masing-masing jari terpisah Segera bawa ke rumah sakit
Catatan :
Jangan mengolesi luka dengan lotion, kecap, mentega atau minyak
Jangan pecahkan gelembung akibat luka bakar
Jangan gunakan salep atau cairan antiseptik atau juga es
Jangan mengolesi luka dengan lotion, kecap, mentega atau minyak
Jangan pecahkan gelembung akibat luka bakar
Jangan gunakan salep atau cairan antiseptik atau juga es
LUKA LECET
Biasanya terjadi
akibat gesekan sehingga permukaan kulit terkelupas dan tampak titik-titik
pendarahan.
Tindakan Pertolongan
Pertama :
Bersihkan kulit sekitar luka mulai dari tengah luka sampai kulit sekitar luka Tutup dengan kain penutup luka steril dan plester.
Bersihkan kulit sekitar luka mulai dari tengah luka sampai kulit sekitar luka Tutup dengan kain penutup luka steril dan plester.
LUKA TUSUK
Luka ini biasanya akibat benda tajam seperti pisau, pecahan kaca, paku dan lain-lain.
Tindakan Pertolongan
Pertama :
·
Jangan mencabut bila
ada benda yang menempel pada luka
·
Tutup luka dengan kasa
steril
·
Bila masih ada benda
yang menusuk, balut disekitar benda tersebut dan tinggikan anggota badan yang
berdarah
·
Segera bawa korban ke
rumah sakit
LUKA SAYAT/IRIS
Biasanya terjadi akibat kontak dengan benda tajam, akibatnya kulit dan lapisan dibawahnya terputus dengan kedalaman bervariasi.
·
Tindakan Pertolongan
Pertama :
·
Bersihkan luka dengan
cairan antiseptik.
·
Tutup luka dan di
plester.
Semoga bermanfaat... :) :)
sumber: http://rudiharyanto8.blogspot.co.id/2013/03/1-pertolongan-pertama.html?m=1

