Minggu, 15 Mei 2016

Latihan Rutin Ketiga Guguslatih Ekonomi : Materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)



Hai teman-teman jumpa lagi dengan materi latihan rutin di gugus latih ekonomi kita pada tanggal 14 Mei 2016. Pertemuan latihan rutin kali ini di guguslatih ekonomi mendatangkan dari UKM KSR. Kira-kira apa ya materi yang akan dibawakan oleh kaka dari UKM KSR?. Nah, betul sekali. Materi yang akan dibawakan untuk pertemuan kali ini adalah mengenai pertolongan pertama. Apa itu Pertolongan Pertama?

Pertolongan Pertama atau yang sering disingkat PP adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.  Ini berarti pertolongan pertama harus diberikan secara cepat. Pertolongan pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban.

Apa sih tujuan utama pertolongan pertama?

Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk:
-               Mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut
-               Membuat keadaan penderita tetap stabil
         Mengurangi rasa nyeri, cemas
-               Menghindarkan kecacatan yang lebih parah

Nah, untuk melakukan itu semua tentunya ada peralatan yang dibutuhkan untuk membantu keberlangsungan saat menolong. Diantaranya ada:
-          Penutup luka               : Kasa seteril
-          Pembalut                     : Mitella
-          Cairan Antiseptik        : Alkohol
-          Peralatan stabilitas      : bidai
-          Gunting
-          Senter

Apabila diperjalanan tidak ada alat tersebut dan hendak melakukan penanganan berarti alat yang digunakan bisa improvisasi.

Nah, ada beberapa contoh kasus yang membutuhkan pertolongan pertama.

ASMA

Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala  :
-          Sukar bicara tanpa berhrnti, untuk menarik nafas.
-          Otot bantu nafas terlihat menonjol
-          Irama nafas tidak teratur
-          Terjadinya perubahan warna kulit , kesadaran menurun
Penanganan :
1.      Tenangkan korban
2.      Bawa ketempat yang luas, sejuk
3.      Posisikan setengah duduk
4.      Atur nafas
5.      Beri Oksigen

MIMISAN

Gejala : Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah. Kadang diseratai pusing.
Penanganan:
1.      Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
2.      Tenangkan korban
3.      Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
4.      Diminta bernafas dengan mulut
5.      Bersihkan hidung luar dari darah
6.      Buka setiap 5/10 menit
Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama

PINGSAN

Gejala/Tanda :
Umumnya orang pingsan mengalami :
-          Pusing
-          Mual, perasaan limbung
-          Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging
Cemas
-          Keringat dingin
-          Tidak ada respon untuk beberapa menit
-          Denyut nadi melambat
Penanganan :
1.      Baringkan penderita (tanpa bantal) dengan tungkai di tinggikan
2.      Beri ruang udara cukup agar penderita dapat menghirup udara segar
Periksa adanya kemungkinan cidera lain
3.      Bila penderita telah pulih, usahakan penderita beristirahat beberapa menit
4.      Bila tidak cepat pulih, segera bawa penderita ke puskesmas/rumas sakit terdekat.
Catatan :
Jangan diberi minuman sebelum siuman, berilah minum ketika sudah sadar. Yaitu minuman hangat (panas) : teh atau kopi.

DIARE

Diare adalah keadaan buang air besar yang encer/cair lebih dari 3 kali sehari. Biasanya diare paling sering menyerang anak-anak, terutama dibawah usia 6 bulan sampai 2 tahun. Diare sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kehilangan cairan tubuh (dehidrasi), sehingga sering menyebabkan kekurangan gizi bahkan kematian.
Gejala/Tanda :
-          Mata terlihat cekung
-          Mulut dan lidah terasa kering
-          Sering merasa haus
-          Kencing sedikit bahkan tidak kencing
-          Bila kulit dicubit tidak segera kembali alam keadaan semula
-          Denyut nadi sangat cepat
Tindakan Pertolongan Pertama :
1.      Berilah cairan (oralit, sup, tajin, air putih matang, ASI) lebih banyak dari biasanya
2.      Apabila usia kurang dari 6 bulan dan hanya dapat ASI berikan larutan oralit atau air putih sebagai tambahan ASI.
3.      Apabila usia 6 bulan atau lebih dan sudah mendapatkan makanan padat, berikan juga : bubur atau makanan dari tepung yang dicampur dengan kacang-kacangan, sayuran, daging atau ikan, dan lain-lain, sari buah segar atau pisang yang dihaluskan.
4.      Makanan diberikan sedikit demi sedikit tetapi sering (paling kurang 6 kali sehari)
5.      Beri makanan ekstra setiap hari selama dua minggu setelah diare berhenti
6.      Apabila dalam tiga hari tidak kunjung membaik, bawa segera ke puskesmas/rumah sakit.

KEJANG PADA ANAK

Serangan kejang lebih sering diderita pada anak berusia 1 – 5 tahun.Biasanya didahului dengan demam tinggi dan berlangsung beberapa menit.Meski begitu, serangan kejang pada anak tidak bisa di anggap remeh, karena mungkin merupakan tanda penyakit yang lebih serius apabila ada kaku leher.
Cara Memeriksa kemungkinan kaku leher akibat kejang :
-          Angkat kepala anak
-          Apabila ada kaku leher, maka badan anak akan ikut terangkat, hal ini berarti menandakan adanya penyakit di selaput otak.
-          Apabila menemukan kasus ini, segera bawa penderita ke puskesmas/rumah sakit
Tindakan Pertolongan Pertama :
1.      Lindungi lidah penderita dengan meletakkan kayu/sendok yang dibungkus sapu tangan di mulutnya.
2.      Kompres kepala dan badannya dengan air suam-suam kuku untuk membantu menurunkan panasnya.
3.      Buka semua pakaiannya
4.      Letakkan kepala agak miring untuk menjaga agar jalan nafas tidak kemasukan lendir atau muntahan
5.      Berikan Stesolid Rectal (Diazepam) melalui dubur (dengan resep dokter)
6.      Bila BB 10 kg : 10 mg
7.      Ulangi setiap 15 menit bila kejang belum berhenti.

KESELAK/TERSEDAK

Keselak/kesedak terjadi disebabkan adanya benda asing (makanan, mainan, darah dan lain sebagainya) di tenggorokan. Akibatnya jalan pernafasan dapat tersumbat dengan gejala :
-          Tidak dapat bicara
-          Sulit bernafas
-          Penderita terkesan mencekik leher sendiri
-          Bunyi nafas mengorok
Tindakan Pertolongan Pertama :
1.      Bila Penderita Dewasa dan Masih Sadar :
·         Penolong berdiri dibelakang penderita
·         Lingkarkan tangan pada penggang penderita, kedua tangan penolong saling menggenggam di atsa perut penderita tepat pada pertengahan antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan.
·         Hentakkan tangan penolong ke arah belakang dan atas (45°) posisi kedua siku penolong ke arah luar, lakukan hentakan sambil minta penderita bantu memuntahkannya.
·         Gerakan
2.      Bila Penderita Dewasa dan Tidak Sadar :
·         Baringkan penderita dalam posisi terlentang
·         Penolong berlutut diantara dua paha
·         Tempatkan kedua tumit tangan saling bertumpu pada garis tengah antara pusat dan pertemuan rusuk kiri dan kanan, dengan mengarah ke dada.
·         Lakukan lima kali hentakan perut ke arah atas.
·         Periksa mulut penderita dan lakukan sapuan jari.Bila perlu dapat dilakukan penarikan rahang bawah.
Catatan : Tindakan ini dapat dilakukan pada anak kecil dan bayi, jika benda dalam keadaan terlihat.
Bila belum barhasil ulangi langkah-langkah di atas sampai jalan nafas terbuka.
Bila Penderita Dewasa dan Tidak Sadar :


Cara I
§  Letakkan badan bayi di atas lengan penolong
§  Wajah mengarah ke bawah, kepala lebih rendah dari tubuh
§  Topang bagian kepala dengan jari penolong pada daerah rahang dan tulang pipi (hati-hati, jangan sampai menciderai mata dan hidung)
§  Lakukan lima kali pukulan punggung, gunakan tumit tangan di antara kedua tulang belikat
§  Bila belum keluar, balikkan penderita, kepala lebih rendah.

Cara II
§  Lakukan lima kali hentakan dada
§  Gunakan jari tengah dan jari manis pada pertengahan garis tengah tulang dada tepat di bawah garis khayal penghubung puting kiri dan kanan
§  Lakukan tindakan berulang-ulang hingga sumbatan teratasi atau penderita tidak ada respon

KERACUNAN

a.       Melalui Mulut/Pencernaan
Disebabkan oleh obat-obatan, makanan yang mengandung racun, baygon, minyak tanah, alkohol, dan lain-lain.
·         Tindakan Pertolongan Pertama :
Untuk menurunkan kadar racun, beri minum penderita dengan susu atau air sebanyakbanyaknya atau beri anti racun seperti norit, putih telur.
·         Catatan :
Mengeluarkan racun dengan rangsanagn muntah hanya efektif dilakukan dalam 4 jam
pertama.
Tindakan ini dilakukan pada kasus menelan asam/basa kuat, minyak, korban kejang
atau bakat kejang, serta korban tidak ada respon.
b.      Akibat Gigitan Binatang Berbisa
1.      Tenangkan korban
2.      Jangan gerakkan bagian yang terkena gigitan
3.      Lepaskan semua perhiasan, jam tangan yang melekat pada tubuh korban.
4.      Balut tekan di atas dan di bawah dari gigitan untuk memperlambat aliran darah.
5.      Segera bawa ke rumah sakit.

KEMASUKAN BENDA ASING

Benda asing dapa masuk ke mata, hidung, telinga dan kulit. Jangan berusaha mengeluarkan benda asing bila tidak yakin dapat
melakukannya. Hal ini dapat merusak jaringan disekitarnya. Tindakan yang dianjurkan segera bawa penderita ke dokter.
·         Tindakan Pertolongan Pertama :
a.       Benda Asing di Mata
1.      Buka mata
2.      Pisahkan kelopak mata atas dan bawah dengan ibu jari dan jari telunjuk Periksa semua bagian dari mata
3.      Jika benda asing terlihat, cuci guyur mata yang terkena dengan boorwater atau air bersih. Tindakan lain juga dapat dilakukan dengan menghapus bagian mata yang kemasukan benda asing dengan kapas yang dipilin/ujung kain bersih yang dibasahi air bersih.
Catatan :
Jangan menyentuh sesuatu yang melekat/terbenam di dalam bola mata (bagian mata yang berwarna hitam). Segera tutup kedua mata yang sakit dengan pembalut, kemudian bawa ke rumah sakit.
b.      Benda Asing di Hidung
1.      Tutup lubang hidung yang tidak tersumbat
2.      Usahakan bersin untuk hidung yang tersumbat
3.      Dapat juga dicoba dengan kawat berujung tumpul yang dibengkokkan seperti kail
4.      Masukkan kawat lewat samping benda
5.      Setelah melewatinya tariklah benda tersebut perlahan-lahan
6.      Apabila gagal bawa ke puskesmas/rumah sakit
7.      Untuk kasus pada anak kecil sebaiknya langsung dibawa ke puskesmas/rumah sakit
c.       Benda Asing di Telinga
1.      Bila kemasukan biji-bijian
2.      Miringkan kepala penderita ke arah telinga yang kemasukan biji-bijian tersebut Tepuk kepala disekitar tilinga satunya beberapa kali Bila tidak berhasil segera ke dokter
d.      Bila kemasukan serangga
Tetesi telinga dengan minyak kelapa/air bersih yang hangat Bila tidak berhasil bawa ke dokter
Catatan :
Jangan berusaha mengeluarkan benda asing bila tidak yakin dapat melakukannya, yang memungkinkan cidera berat atau tertekan lebih ke dalam.

LUKA BAKAR

Luka bakar sering terjadi karena : panas (suhu > 60°C), uap panas, bahan panas, bahan kimia (asam kuat, basa kuat, soda api), listrik (listrik rumah, kilat), radiasi (sinar matahari, bahan radioaktif)
·         Tindakan Pertolongan Pertama :
1.      Alirkan air dingin pada bagian yang terkena luka bakar
2.      Jika luka bakar akibat bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih
3.      Lepaskan pakaian yang melekat pada tubuh korban jika luka terjadi dianggota badan yang tertutup
4.      Tutup luka dengan penutup luka steril sekali pakai.
5.      Jika luka bakar mengenai mata pastikan kedua mata tertutup
6.      Jika jari-jari yang terbakar, maka balutlah masing-masing jari terpisah Segera bawa ke rumah sakit
Catatan :
Jangan mengolesi luka dengan lotion, kecap, mentega atau minyak
Jangan pecahkan gelembung akibat luka bakar
Jangan gunakan salep atau cairan antiseptik atau juga es

LUKA LECET

Biasanya terjadi akibat gesekan sehingga permukaan kulit terkelupas dan tampak titik-titik pendarahan.
Tindakan Pertolongan Pertama :
Bersihkan kulit sekitar luka mulai dari tengah luka sampai kulit sekitar luka Tutup dengan kain penutup luka steril dan plester.

LUKA TUSUK

Luka ini biasanya akibat benda tajam seperti pisau, pecahan kaca, paku dan lain-lain.
Tindakan Pertolongan Pertama :
·         Jangan mencabut bila ada benda yang menempel pada luka
·         Tutup luka dengan kasa steril
·         Bila masih ada benda yang menusuk, balut disekitar benda tersebut dan tinggikan anggota badan yang berdarah
·         Segera bawa korban ke rumah sakit

LUKA SAYAT/IRIS

Biasanya terjadi akibat kontak dengan benda tajam, akibatnya kulit dan lapisan dibawahnya terputus dengan kedalaman bervariasi.
·         Tindakan Pertolongan Pertama :
·         Bersihkan luka dengan cairan antiseptik.
·         Tutup luka dan di plester.