Sabtu, 18 Juni 2016

Larut Keempat: Materi Perpetaan



Dibuka dengan permainan misteri menara, latihan terpadu kali ini menyuguhkan suasana yang luar biasa. Permainan ini menggabungkan konsep permainan lama dan permainan baru. Permainan lama “tokle” digabungkan dengan tebak lagu sebagai permainan baru. Konsep permainan ini sendiri merupakan hasil kreatifitas kajipram, istimewa bukan? Pada latihan terpadu keempat ini juga suasananya menjadi istiewa dan berkesan, pasalnya pada latihan terpadu ini anggota guguslatih ekonomi merasakan sarapan pagi  terakhir sebelum Ramadhan.
Walaupun sebagian anggota tengah pulang ke kampung halaman, tetapi tidak mengurangi semangat anggota yang hadir dalam latihan ini. Setelah game pembuka usai dan dilakukan penghitungan poin, ada satu kelmpok yang diberikan punishment karena tidak berhasil dalam game ini. Punishment itu adalah agar anggota kelompok itu mereview kembali apa yang sudah pemateri sampaikan. Hal itu dilaksanakan dengan begitu semangat oleh Kak Tasya dan Kak Endang.
Materi latihan rutin kali ini adalah mengenai perpetaan. Materi disampaikan oleh Kak Ludiyono. Perpetaan yang dibahas dalam kesempatan kali ini ada 4 jenis peta, yakni peta pita, peta perjalanan, peta lapangan dan peta panorama. Walaupun notabene keempat materi perpetaan tadi adalah materi penggalang tetapi masih sangat berguna apabila kita akan melaksanakan bina satuan. Itulah mengapa bidang kajipram memilihkan materi ini. Mengingat materi ini juga belum diajarkan atau di ulangi lagi pada saat latihan terpadu bagi anggota 2015.
Kak Ludi menyampaikan empat bahasan pokok seperti yang telah disinggung tadi. Empat bahasan itu adalah mengenai peta pita, peta perjalanan, peta lapangan dan peta panorama. Peta pita adalah peta yang dibuat pada kertas gulung (digulung seperti pita). Peta perjalanan merupakan bentuk bidang datar dari peta pita atau dapat disebut sebagai turunan atau terjemahan dari peta pita. Sedangkan peta lapangan adalah peta yang menggambarkan keadaan suatu wilayah (lapangan), biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan kemah. Nah, peta yang terakhir yaitu peta panorama merupakan peta yang menggambarkan suatu wilayah dari sudut pandang tertenttu.
Untuk dapat membuat peta dengan baik dan benar diperlukan alat-alat dan pengetahuan mengenai peta itu sendiri. Alat yang dimaksud adalah penggaris, busur, kompas bidik, pensil, penghapus, kertas (sebagai media gambar), tatakan kertas, alat bantu untuk melihat panorama (khusus peta panorama) dari kertas yang dilubangi persegi panjang. Nah, untuk bentuk dari peta tersebut satu-satu adalah seperti dibawah ini:
1.      Peta Pita

3
15 cm
07.15

07.12

800
15
 

35
Masjid


Rumah Kuning
2
15 cm
07.10

07.07
1100
15

20
Sawah


Sawah
1
20 cm
07.05


07.00
600
20
 


0
Lapangan


Sawah
No
Waktu
Sudut
Jarak
Ket. Kiri
Peta
Ket. Kanan
Identitas
Skala 1:100
Keterangan

2.      Peta Perjalanan

Start
 
Finish
 
600
 
1100
 
800
 
Identitas
Skala 1:100
Keterangan











3.      Peta Lapangan

3100
 
600
 
2600
 
1100
 
Identitas
Skala 1:100
Keterangan










4.      Peta Panorama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar