Dibuka dengan permainan misteri menara, latihan
terpadu kali ini menyuguhkan suasana yang luar biasa. Permainan ini
menggabungkan konsep permainan lama dan permainan baru. Permainan lama “tokle”
digabungkan dengan tebak lagu sebagai permainan baru. Konsep permainan ini
sendiri merupakan hasil kreatifitas kajipram, istimewa bukan? Pada latihan
terpadu keempat ini juga suasananya menjadi istiewa dan berkesan, pasalnya pada
latihan terpadu ini anggota guguslatih ekonomi merasakan sarapan pagi terakhir sebelum Ramadhan.
Walaupun sebagian anggota tengah pulang ke kampung
halaman, tetapi tidak mengurangi semangat anggota yang hadir dalam latihan ini.
Setelah game pembuka usai dan dilakukan penghitungan poin, ada satu kelmpok
yang diberikan punishment karena
tidak berhasil dalam game ini. Punishment
itu adalah agar anggota kelompok itu mereview kembali apa yang sudah
pemateri sampaikan. Hal itu dilaksanakan dengan begitu semangat oleh Kak Tasya
dan Kak Endang.
Materi latihan rutin kali ini adalah mengenai
perpetaan. Materi disampaikan oleh Kak Ludiyono. Perpetaan yang dibahas dalam
kesempatan kali ini ada 4 jenis peta, yakni peta pita, peta perjalanan, peta
lapangan dan peta panorama. Walaupun notabene keempat materi perpetaan tadi
adalah materi penggalang tetapi masih sangat berguna apabila kita akan
melaksanakan bina satuan. Itulah mengapa bidang kajipram memilihkan materi ini.
Mengingat materi ini juga belum diajarkan atau di ulangi lagi pada saat latihan
terpadu bagi anggota 2015.
Kak Ludi menyampaikan empat bahasan pokok seperti
yang telah disinggung tadi. Empat bahasan itu adalah mengenai peta pita, peta
perjalanan, peta lapangan dan peta panorama. Peta pita adalah peta yang dibuat
pada kertas gulung (digulung seperti pita). Peta perjalanan merupakan bentuk
bidang datar dari peta pita atau dapat disebut sebagai turunan atau terjemahan
dari peta pita. Sedangkan peta lapangan adalah peta yang menggambarkan keadaan
suatu wilayah (lapangan), biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan kemah.
Nah, peta yang terakhir yaitu peta panorama merupakan peta yang menggambarkan
suatu wilayah dari sudut pandang tertenttu.
Untuk dapat membuat peta dengan baik dan benar
diperlukan alat-alat dan pengetahuan mengenai peta itu sendiri. Alat yang
dimaksud adalah penggaris, busur, kompas bidik, pensil, penghapus, kertas
(sebagai media gambar), tatakan kertas, alat bantu untuk melihat panorama
(khusus peta panorama) dari kertas yang dilubangi persegi panjang. Nah, untuk
bentuk dari peta tersebut satu-satu adalah seperti dibawah ini:
1.
Peta Pita
|
3
|
15
cm
|
07.15
07.12
|
|
15
35
|
Masjid
|
|
|
Rumah
Kuning
|
|
2
|
15
cm
|
07.10
07.07
|
|
20
|
Sawah
|
|
|
Sawah
|
|
1
|
20
cm
|
07.05
07.00
|
|
20
0
|
Lapangan
|
|
|
Sawah
|
|
No
|
Waktu
|
Sudut
|
Jarak
|
Ket. Kiri
|
Peta
|
Ket. Kanan
|
||
|
Identitas
|
Skala 1:100
|
Keterangan
|
||||||
2.
Peta Perjalanan
|
||||||||||||
|
Identitas
|
Skala 1:100
|
Keterangan
|
||||||||||
3.
Peta Lapangan
![]() ![]() ![]()
|
||||||||||
|
Identitas
|
Skala 1:100
|
Keterangan
|
||||||||
4.
Peta Panorama




Tidak ada komentar:
Posting Komentar