Rabu, 30 Desember 2020

ARTI DASADARMA

 

DASADARMA

 

A.    PENGERTIAN

 

Dasadarma adalah ketentuan moral pramuka/watak pramuka. Dasadarma pramuka itu 10 tuntutan tingkah laku bagi pramuka Indonesia yang berisi penjabaraan Pancasila agar para pramuka dapat dimengerti, menghayati, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara Bahasa dasa berarti 10 dan darma berarti perbuatan baik (kebajikan). Jadi dasadarma adalah 10 kebajikan yang menjadi pedoman bagi pramuka dalam bertingkah laku sehari-hari.

 

B.     ISI DAN ARTI DASADARMA

1.      Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

a.       Bersikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh, adil, jujur, dan suci.

b.      Melaksanakan ibadah menurut agamanya

c.       Memperingati hari-hari besar agama

d.      Menghormati orang yang beragama lain

e.       Mengikuti ceramah keagamaan

f.       Meghormati orang tua

2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

a.       Mencintai segala-gala tumbuhan dan hewan mengenai berbagai jenis-jenisnya, sifat-sifatnya, dan manfaatnya

b.      Tidak mementingkan diri sendiri

3.      Patriot yang sopan dan kesatria

a.       Menjadi putra tanah air yang siap berbakti dan siaga membela ibu pertiwi

b.      Menghormati dan memahami lambang negara, bendera merah putih, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya

c.       Memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia

d.      Mengenal adat istiadat suku-suku bangsa Indonesia 

e.       Selalu membela yang lemah dan yang benar

f.       Membiasakan diri mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar

g.      Hormat kepada orang tua, guru, dan pimpinannya

4.      Patuh dan suka bermusyawarah

a.       Menepati janji

b.      Patuh pada aturan

c.       Menghargai pendapat orang lain

d.      Merumuskan kesepakatan dengan memperhatikan kepentingan orang banyak

e.       Membiasakan bermusyawarah sebelum melakukan kegiatan

 

5.      Rela menolong dan Tabah

a.       Cepat menolong kecelakaan tanpa diminta

b.      Memberi tempat ditempat umum kepada wanita dan orang tua

c.       Membiasakan diri mengatasi masalah-masalah

d.      Pantang mundur menghadapi kesulitan

6.      Rajin, Terampil, dan Gembira

a.       Membiasakan membaca buku-buku yang bermanfaat

b.      Membiasakan untuk Menyusun dan menepati jadwal yang dibawa

c.       Bekerja menurut manfaat

d.      Tidak terlalu cepat menegur, mengkritik, dan menyalahkan

e.       Bergembira dalam setiap usaha

f.       Tidak menunda-nunda pekerjaan sampai besok

g.      Memilih jenis keahlian sesuai dengan bakat

h.      Tidak cepat puas dalam menyelesaikan pekerjaan

i.        Tidak menolak segala tugas yang diberikan kepadanya

7.      Hemat, Cermat, dan Bersahaja

a.       Menggunakan waktu yang tepat

b.      Tidak ceroboh

c.       Berpakaian sederhana dan tidak berlebihan

d.      Menghemat listrik, air, dan uang sehingga tidak terbuang percuma

e.       Membiasakan untuk menabung

8.      Disiplin, Berani, dan Setia

a.       Berusaha untuk mengendalikan diri

b.      Tidak ceroboh

c.       Menaati peraturan

d.      Menjalani ibadah, ajaran, dan agama

e.       Berani untuk menilai kenyataan bukti dan kebenaran info

f.       Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan

9.      Bertanggung jawab dan Dapat dipercaya

a.       Segala yang diperintahkan dilakukan dengan tanggung jawab penuh

b.      Berani bertanggung jawab atas suatu tindakan yang diambil dalam hal atau tugas yang tidak dapat atau sulit dikerjakan

c.       Tidak akan menyalahkan tanggung jawab dengan alasan yang dicari

d.      Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain terutama yang menyangkut uang, materi, dan lain-lain

e.       Apa yang dikatakan bukan suatu karangan yang dibuat-buat

f.       Dalam melaksanakan tugas pasti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya

g.      Dalam kehidupan sehari-hari ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu

h.      Selalu menepati waktu yang telah ditentukan

 

 

10.  Suci dalam pikiran dan perbuatan

a.       Selalu melihat dan memikirkan sesuatu pada segi baiknya, hikmahnya, dan tidak terlintas sama sekali pemikiran negatif

b.      Setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur serta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan orang lain

c.       Sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, seorang pramuka harus sanggup dan mampu berbuat baik dan benar untuk kepentingan negara, agama, dan keluarga

d.      Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang disucikan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut silatan jiwa pramuka

 

 

 

Penulis

 

Laras

PRAMUKA UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

Di Satuan Pendidikan SD ada dua golongan yaitu Siaga dan Penggalang. Aturan terpapar jelas bahwa usia masuk SD adalah 7 tahun untuk kelas 1. Saat kelas 4 berumur 10 tahun lebih. Dan saat kelas 5 maka kebanyakan sudah masuk golongan penggalang dan harus ada upacara pindah golongan, upacaranya telah di atur di Petunjuk Penyelenggaraan Upacara Pada Gerakan Pramuka. Itu kenapa di SD ada Pesta Siaga yang biasanya diikuti oleh anak kelas 3 dan 4 SD (sesuai umur mereka 9-10 tahun Pramuka Siaga) dan ada Jambore pada anak kelas 5 dan 6.

Ketika SMP rata-rata anak berusia 12 tahun jelas Golongan Penggalang, namun perkemahannya tidak bisa di satukan dengan Penggalang SD karena dilihat dari fisik, kemampuan, kesigapan dan psikologis sangat berbeda. Apalagi cara pembinaannya juga berbeda, SD rata-rata semua masih Penggalang Ramu, masuk SMP mereka melanjutkan ke jenjang Penggalang Rakit dan Terap, kelas 9 mereka rata-rata berumur 15 tahun dan saat sudah SMA masuk semester 2 kebanyakan sudah masuk umur 16 tahun yang notabenya umur minimal Golongan Pramuka Penegak.

CARA BINA

Penggalang SD berbeda dengan siaga SD. Siaga hanya bermain dan menghafal karena mereka tidak memakai janji Trisatya dan Dasa Darma melainkan Dwi Satya dan Dwi Darma. Sedangkan kelas 5 dan 6 karena penggalang sudah memakai Tri Satya dan Dasa darma..

Penggalang SD materinya sama dengan pramuka penggalang seutuhnya.

1.      PBB

2.      Tali temali

3.      Pengetahuan

4.      Pionering

5.      Morse

6.      Semaphore

7.      Dan lain Lain

Namun cara bina tidak bisa disamakan dengan penggalang di SMP karena psikologi mereka belum mampu dengan tekanan dan presur tinggi. Cara pembinaanya dengan menggunakan suara halus, bermain, dan bernyanyi namun diselipkan materi materi kepramukaan dan kedisiplinan

Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia mensiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan ditandai berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan-satuan dari beberapa barung disebut Perindukan.Setiap Barung beranggotakan 5-10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung yang dipilih oleh anggota Barung itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung.

Dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:

1.    Mula

2.    Bantu

3.    Tata

Setiap anggota Barung yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya  yang dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar hijau. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur atau disebut Mancung yakni bunga pohon kelapa yang baru tumbuh

Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :

1.      Janji yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:

Dwisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:

a.       Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.

b.       Setiap hari berbuat kebaikan.

 

 

2.       Ketentuan moral yang disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:

Dwidarma

a.       Siaga itu patuh pada ayah dan ibunya.

b.       Siaga itu berani dan tidak putus asa.

PRAMUKA PENGGALANG
Penggalang adalah sebuah golongan setelah pramuka Siaga . Anggota pramuka penggalang berusia dari 11-15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah yaitu konggres para pemuda Indonesia yang dikenal dengan ” Soempah Pemoeda” pada tahun 1928 .
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penggalang disebut Regu dan Kesatuan dari beberapa Regu disebut Pasukan. Setiap Regu beranggotakan 5-10 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin regu ( Pinru ) yang dipilih oleh anggota regu itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Regu ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin regu Utama yang disebut Pratama. Pasukan yang terdiri dari beberapa regu tersebut dipimpin oleh seorang Pratama.
Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada tiga tingkatan, yaitu:
1. Penggalang Ramu
2. Penggalang Rakit
3. Penggalang Terap
Setiap anggota Penggalang yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar Merah. TKU untuk Penggalang berbentuk sebuah janur yang terlipat dua dengan gambar Manggar yakni nama bunga pohon kelapa.

·         Kode Kehormatan bagi Pramuka penggalang, terdiri atas:

a.       Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
– Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
– Menepati Dasadarma.

b.      Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:
Dasadarma

1.      Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

3.      Patriot yang sopan dan kesatria.

4.       Patuh dan suka bermusyawarah.

5.      Rela menolong dan tabah.

6.      Rajin, trampil dan gembira.

7.      Hemat, cermat dan bersahaja.

8.      Disiplin, berani dan setia.

9.      Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

 

Penulis

 

Dela Vionika


Senin, 28 Desember 2020

KENAPA HARUS IKUT PRAMUKA?

 KENAPA HARUS IKUT PRAMUKA?

 

Mendengar kata pramuka, pastinya telah menjadi momok bagi murid- murid tingkat Sekolah menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Kebanyakan dari mereka menganggap pramuka adalah kegiatan yang membosankan, dan penuh keringat. Pasalnya, selama ini kebanyakan kegiatan pramuka memang terkesan monoton dan dan tidak menyenangkan. Contohnya saja, setiap ada kegiatan pramuka, pastinya selalu diajarkan PBB dengan kaku, yang justru berimbas pada perasaan jengkel peserta kegiatan. Akhirnya Gerakan yang diajarkanpun tidak diserap secara maksimal.

Nah teman-teman, sebenarnya kegiatan pramuka yang sebenarnya itu berbanding terbalik dengan apa yang kalian pikirkan loh. Seperti yang dikatankan oleh Baden Powell kalau “pramuka itu hidup senang matipun senang”. Maka dari itu, YUK Kita mengenal lebih jauh tentang apa itu pramuka. Karna tak kenal maka tak sayang hehe.Kepanjangan dari pramuka pasti sudah pada tau kan ya? Yap, pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana.? Pramuka berarti rakyat muda yang suka berkarya. Sedangkan yang dimaksud "kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga yang diselenggarakan dalam kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan terstruktur. Terdapat prinsip dasar kepramukaan diantaranya, Iman dan taqwa kepada Tuhan YME., Peduli terhadap bangsa, negara, sesama manusia, dan alam serta seisinya, Peduli terhadap diri sendiri.

Di dalam pramuka harus tercipta pembelajaran yang aktif dan progresif. Dibawah ini terdapat metode penmbelajaran agar tercipta kegiatan pramuka yang aktif dan progresif, diantaranya yakni:

a.       Pengamalan kode kehormatan pramuka.

b.      Kegiatan belajar sambil melakukan

c.       Kegiatan yang berkelompok, bekerja dan berkompetisi

d.      Kegiatan yang menantan

e.       Kegiatan di alam terbuka

f.       Kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan

g.      Penghargaan berupa tanda kecakapan

h.      Satuan terpisah antara putra dan putri

 

Nah setelah melihat paparan diatas, ada yang masih ragu untuk senang dengan pramuka?  Saya yakin kalian pasti sangat senang dengan pramuka apabila kalian menikmati setiap kegiatan didalamnya. Ada banyak kegiatan seru yang hanya bisa kalian dapatkan hanya di pramuka loh. Hanya di pramuka nih, kalian bisa merasakan kemah ditengah malam dengan taburan bintang ditemani kawan untuk saling menggores tinta pengalaman, yang pastinya nggak gampang dilupakan deh.

 

_Pramuka merupakan salah satu hal menakjubkan yang dibuat tuhan untuk menyenangkan hambanya_


Penulis, 


Maya Indah Sulistiyowati

PRAMUKA SIAGA


·     Pramuka Siaga

Satuan Satuan terkecil pada Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan-satuan dari beberapa barung disebut Perindukan. Setiap Barung terdiri dari 5 sampai 10 orang Pramuka dan dipimpin oleh seorang pemimpin Barung yang dipilih oleh anggota Barung sendiri.

Setiap pemimpin Barung nantinya akan memilih salah satu dari mereka yang akan menjadi pemimpin Barung utama bernama Sulung. Perindu terdiri dari beberapa Barung yang dipimpin oleh Sulung.

·        Tingkatan Pramuka Siaga

  1. Mula
  2. Bantu
  3. Tata

Setiap anggota Barung yang telah lulus SKU (Persyaratan Keterampilan Umum) memiliki hak untuk mengenakan tanda keterampilan umum (TKU) tergantung pada tingkat yang dikenakan pada lengan kiri di bawah tanda barung hijau. TKU untuk Siaga berbentuk daun atau disebut Mancung yang merupakan bunga kelapa yang sedang tumbuh.

·        Kode Kehormatan Pramuka Siaga

1. DWI SATYA PRAMUKA

  1. Aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga.
  2. Setiap hari berbuat kebaikan.

2. DWI DARMA PRAMUKA

  1. Siaga berbakti kepada ayah dan bunda.
  2. Siaga berani dan tak berputus asa. 


Penulis 


Herwin Kurniawan