Jumat, 25 Desember 2020

SEJARAH PRAMUKA DI DUNIA DAN INDONESIA

    Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang menjadi wadah pengembangan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup untuk melahirkan kader penerus perjuangan bangsa dan negara.menurut uu 12 tahun 2010. 
     Awal mulanya sejarah pramuka di dunia muncul pada tahun 1907 yang memelopori pertama adalah robert boden powell untuk kegiatan perkemahan kepanduan pertama kali dilaksanakan di Kepulauan Brownsea, Inggris.gerakan ini muncul disebabkan boden powell dan pasukanya sedang mempertahankan kota mafeking,afrika selatan. KeberhasilanBaden-Powell mempertahankan Kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu. 
    Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World). 
    Awalnya gerakan pramuka ini ditujukan untuk remaja berumur 11-18 tahun,akan tetapi lambat laun gerakan ini semakin diminati banyak kalangan putri ,ini bisa dilihat dari kasus pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, dimana program golongan siaga telah dimulai sejak 1911 di tingkat Ranting, namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930 sejak awal didirikannya Gerakan Kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Kemudian dari kasus ini agnes boden powell adik dari boden powell diangkat menjadi Presiden Organiasi Kepanduan putri pertama di dunia. 
    Gerakan pramuka di indonesia muncul pada 14 agustus 1961.Untuk diindonesia sendiri gerakan pramuka mengalami hambatan dari kolonial belanda .untuk nama organisasinya sendiri itu terbagi menjadi 2 yaitu LPINDO untuk putera dan putri terbagi menjadi 2 federasi yaitu PKPI dan POPINDO.bapak pandu pramuka diindonesia sendiri yaitu sri sultan hamengkubuwonko IX. 

Penulis 

Febi Tri Wahyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar