Di Satuan
Pendidikan SD ada dua golongan yaitu Siaga dan Penggalang. Aturan terpapar
jelas bahwa usia masuk SD adalah 7 tahun untuk kelas 1. Saat kelas 4 berumur 10
tahun lebih. Dan saat kelas 5 maka kebanyakan sudah masuk golongan penggalang
dan harus ada upacara pindah golongan, upacaranya telah di atur di Petunjuk
Penyelenggaraan Upacara Pada Gerakan Pramuka. Itu kenapa di SD ada Pesta Siaga
yang biasanya diikuti oleh anak kelas 3 dan 4 SD (sesuai umur mereka 9-10 tahun
Pramuka Siaga) dan ada Jambore pada anak kelas 5 dan 6.
Ketika SMP
rata-rata anak berusia 12 tahun jelas Golongan Penggalang, namun perkemahannya
tidak bisa di satukan dengan Penggalang SD karena dilihat dari fisik,
kemampuan, kesigapan dan psikologis sangat berbeda. Apalagi cara pembinaannya
juga berbeda, SD rata-rata semua masih Penggalang Ramu, masuk SMP mereka
melanjutkan ke jenjang Penggalang Rakit dan Terap, kelas 9 mereka rata-rata
berumur 15 tahun dan saat sudah SMA masuk semester 2 kebanyakan sudah masuk
umur 16 tahun yang notabenya umur minimal Golongan Pramuka Penegak.
CARA BINA
Penggalang SD berbeda dengan siaga SD. Siaga hanya
bermain dan menghafal karena mereka tidak memakai janji Trisatya dan Dasa Darma
melainkan Dwi Satya dan Dwi Darma. Sedangkan kelas 5 dan 6 karena penggalang
sudah memakai Tri Satya dan Dasa darma..
Penggalang SD materinya sama dengan pramuka penggalang
seutuhnya.
1.
PBB
2.
Tali temali
3.
Pengetahuan
4.
Pionering
5.
Morse
6.
Semaphore
7.
Dan lain Lain
Namun cara
bina tidak bisa disamakan dengan penggalang di SMP karena psikologi mereka
belum mampu dengan tekanan dan presur tinggi. Cara pembinaanya dengan
menggunakan suara halus, bermain, dan bernyanyi namun diselipkan materi materi
kepramukaan dan kedisiplinan
Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut
Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa
Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia mensiagakan dirinya untuk mencapai
kemerdekaan dengan ditandai berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai
tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.
Satuan
Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan
satuan-satuan dari beberapa barung disebut Perindukan.Setiap Barung
beranggotakan 5-10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin
Barung yang dipilih oleh anggota Barung itu sendiri. Masing-masing Pemimpin
Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin
Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari
beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung.
Dalam
Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:
1.
Mula
2.
Bantu
3.
Tata
Setiap
anggota Barung yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak
mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang
dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar
hijau. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur atau disebut Mancung yakni
bunga pohon kelapa yang baru tumbuh
Kode
Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :
1. Janji yang
disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:
Dwisatya
Demi
kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
a.
Menjalankan kewajibanku terhadap
Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
b.
Setiap hari berbuat kebaikan.
2. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma,
selengkapnya berbunyi:
Dwidarma
a. Siaga itu
patuh pada ayah dan ibunya.
b.
Siaga itu berani dan tidak putus
asa.
PRAMUKA PENGGALANG
Penggalang adalah
sebuah golongan setelah pramuka Siaga . Anggota pramuka penggalang
berusia dari 11-15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan
kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat
Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan
dengan adanya peristiwa bersejarah yaitu konggres para pemuda Indonesia yang
dikenal dengan ” Soempah Pemoeda” pada tahun 1928 .
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penggalang disebut Regu dan Kesatuan dari
beberapa Regu disebut Pasukan. Setiap Regu beranggotakan 5-10 orang Pramuka
Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin regu ( Pinru ) yang dipilih oleh
anggota regu itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Regu ini nanti akan memilih
satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin regu Utama yang disebut
Pratama. Pasukan yang terdiri dari beberapa regu tersebut dipimpin oleh seorang
Pratama.
Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada tiga tingkatan, yaitu:
1. Penggalang Ramu
2. Penggalang Rakit
3. Penggalang Terap
Setiap anggota Penggalang yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum
) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang
dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar
Merah. TKU untuk Penggalang berbentuk sebuah janur yang terlipat dua dengan
gambar Manggar yakni nama bunga pohon kelapa.
·
Kode Kehormatan bagi Pramuka
penggalang, terdiri atas:
a.
Janji yang disebut Trisatya,
selengkapnya berbunyi:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia
dan mengamalkan pancasila.
– Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
– Menepati Dasadarma.
b.
Ketentuan moral yang disebut
Dasadarma, selengkapnya berbunyi:
Dasadarma
1.
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Cinta alam dan kasih sayang sesama
manusia.
3.
Patriot yang sopan dan kesatria.
4.
Patuh dan suka bermusyawarah.
5.
Rela menolong dan tabah.
6.
Rajin, trampil dan gembira.
7.
Hemat, cermat dan bersahaja.
8.
Disiplin, berani dan setia.
9.
Bertanggungjawab dan dapat
dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Penulis
Dela Vionika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar