Rabu, 30 Desember 2020

PRAMUKA UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

Di Satuan Pendidikan SD ada dua golongan yaitu Siaga dan Penggalang. Aturan terpapar jelas bahwa usia masuk SD adalah 7 tahun untuk kelas 1. Saat kelas 4 berumur 10 tahun lebih. Dan saat kelas 5 maka kebanyakan sudah masuk golongan penggalang dan harus ada upacara pindah golongan, upacaranya telah di atur di Petunjuk Penyelenggaraan Upacara Pada Gerakan Pramuka. Itu kenapa di SD ada Pesta Siaga yang biasanya diikuti oleh anak kelas 3 dan 4 SD (sesuai umur mereka 9-10 tahun Pramuka Siaga) dan ada Jambore pada anak kelas 5 dan 6.

Ketika SMP rata-rata anak berusia 12 tahun jelas Golongan Penggalang, namun perkemahannya tidak bisa di satukan dengan Penggalang SD karena dilihat dari fisik, kemampuan, kesigapan dan psikologis sangat berbeda. Apalagi cara pembinaannya juga berbeda, SD rata-rata semua masih Penggalang Ramu, masuk SMP mereka melanjutkan ke jenjang Penggalang Rakit dan Terap, kelas 9 mereka rata-rata berumur 15 tahun dan saat sudah SMA masuk semester 2 kebanyakan sudah masuk umur 16 tahun yang notabenya umur minimal Golongan Pramuka Penegak.

CARA BINA

Penggalang SD berbeda dengan siaga SD. Siaga hanya bermain dan menghafal karena mereka tidak memakai janji Trisatya dan Dasa Darma melainkan Dwi Satya dan Dwi Darma. Sedangkan kelas 5 dan 6 karena penggalang sudah memakai Tri Satya dan Dasa darma..

Penggalang SD materinya sama dengan pramuka penggalang seutuhnya.

1.      PBB

2.      Tali temali

3.      Pengetahuan

4.      Pionering

5.      Morse

6.      Semaphore

7.      Dan lain Lain

Namun cara bina tidak bisa disamakan dengan penggalang di SMP karena psikologi mereka belum mampu dengan tekanan dan presur tinggi. Cara pembinaanya dengan menggunakan suara halus, bermain, dan bernyanyi namun diselipkan materi materi kepramukaan dan kedisiplinan

Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia mensiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan ditandai berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung dan satuan-satuan dari beberapa barung disebut Perindukan.Setiap Barung beranggotakan 5-10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung yang dipilih oleh anggota Barung itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung.

Dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:

1.    Mula

2.    Bantu

3.    Tata

Setiap anggota Barung yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya  yang dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar hijau. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur atau disebut Mancung yakni bunga pohon kelapa yang baru tumbuh

Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :

1.      Janji yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:

Dwisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:

a.       Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.

b.       Setiap hari berbuat kebaikan.

 

 

2.       Ketentuan moral yang disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:

Dwidarma

a.       Siaga itu patuh pada ayah dan ibunya.

b.       Siaga itu berani dan tidak putus asa.

PRAMUKA PENGGALANG
Penggalang adalah sebuah golongan setelah pramuka Siaga . Anggota pramuka penggalang berusia dari 11-15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah yaitu konggres para pemuda Indonesia yang dikenal dengan ” Soempah Pemoeda” pada tahun 1928 .
Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penggalang disebut Regu dan Kesatuan dari beberapa Regu disebut Pasukan. Setiap Regu beranggotakan 5-10 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin regu ( Pinru ) yang dipilih oleh anggota regu itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Regu ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin regu Utama yang disebut Pratama. Pasukan yang terdiri dari beberapa regu tersebut dipimpin oleh seorang Pratama.
Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada tiga tingkatan, yaitu:
1. Penggalang Ramu
2. Penggalang Rakit
3. Penggalang Terap
Setiap anggota Penggalang yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar Merah. TKU untuk Penggalang berbentuk sebuah janur yang terlipat dua dengan gambar Manggar yakni nama bunga pohon kelapa.

·         Kode Kehormatan bagi Pramuka penggalang, terdiri atas:

a.       Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
– Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
– Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
– Menepati Dasadarma.

b.      Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:
Dasadarma

1.      Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

3.      Patriot yang sopan dan kesatria.

4.       Patuh dan suka bermusyawarah.

5.      Rela menolong dan tabah.

6.      Rajin, trampil dan gembira.

7.      Hemat, cermat dan bersahaja.

8.      Disiplin, berani dan setia.

9.      Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

 

Penulis

 

Dela Vionika


Tidak ada komentar:

Posting Komentar